Selasa, 12 Juni 2012

Ayam serama: Perawatan ekstra dari telur sampai menjelang kontes


Beternak ayam serama gampang-gampang susah. Kesulitan terbesarnya adalah dalam proses penetasan telur. Perawatan ayam asal Malaysia juga terbilang susah, terutama yang disiapkan untuk mengikuti kontes. Pemilik harus menjaga betul pola makan ayam sdrama, termasuk rajin menjemurnya.

Dalam budidaya ayam serama, Haryono, peternak ayam kerdil di Bogor ini, bilang bahwa yang perlu mendapat perhatian adalah masalah cuaca. Maklum, cuaca sangat mempengaruhi kesuburan ayam serama. Cuaca yang terlalu dingin bisa menurunkan kemampuan ayam betina untuk bertelur.

Tapi, ini bisa disiasati dengan pemberian pakan untuk mempertahankan panas tubuh si ayam cebol itu. "Ayam yang dipelihara di daerah dingin harus memperoleh pakan dengan kandungan karbohidrat tinggi, seperti jagung," kata Haryono.

Hanya saja, tak terus-terusan diberi jagung lantaran pemberian jagung terlalu banyak dapat merontokkan bulu ayam. Harus diselingi pakan lain, semisal jangkrik dan tauge.

Kalau ayam serama sudah bertelur, "Kesulitan terbesarnya mungkin dalam penetasan," ungkap Alim Sukrisna, peternak ayam serama di Magelang. Ia mengatakan, seekor ayam betina unggul hanya mampu bertelur 6 hingga tujuh butir dalam sebulan, dan hanya setengahnya yang bisa menetas.

Karena itu, menurut Alim, kunci penting saat menetaskan telur ayam serama yaitu, suhu dan kelembapan. Suhu dalam proses penetasan tidak boleh lebih atau kurang dari 37,5°C - 38°C. Kelembapan udara harus selalu disesuaikan dengan usia telur.

Untuk telur yang berumur satu hingga dua minggu, kelembapan diatur pada kisaran 65%-70%. Dua sampai tiga hari menjelang menetas, kelembapan telur harus ditambah hingga kisaran 95%-100%. "Alat pengukur kelembapan sudah ada pada alat penetas," ujar Alim.

Pengaturan kelembapan ini sangat penting, sebab kondisi udara yang terlalu kering akan membuat kulit telur ayam serama menjadi keras. Akibatnya, anak ayam serama kesulitan memecah cangkang telur sehingga bisa berujung pada kematian.

Nah, untuk bisa menang dalam kontes, perawatan ayam serama harus ekstra. Sebab, bisanya, ayam yang menang tak hanya penampilannya saja yang menarik, tapi juga harus memiliki bobot badan seringan mungkin.

Untuk itu, hindari pakan yang banyak mengandung lemak. Selain itu, tiga hari menjelang lomba, ayam serama hanya boleh disuguhi beras merah atau gabah dengan porsi dua-tiga sendok makan, pagi dan sore.

Soal perawatan bulu, cukup dengan rajin menjemur ayam serama pada pukul 8-10 pagi hari. Sebelum mandi sinar matahari, sebaiknya ayam dimandikan dengan air dulu. Kalau perlu setiap sebulan sekali ayam dikeramas dengan shampo. "Keramas harus dilakukan pada saat cuaca cerah, setelah itu segera dihanduki dan dijemur," kata Alim.

Ada baiknya, ayam serama juga mendapat asupan vitamin E untuk menjaga kecantikan bulu. Termasuk pakan yang mengandung fosfor dan kalsium, semacam sotong atawa kulit cumi.

Alim menambahkan, ayam serama juga harus dilatih berkonsentrasi supaya tampil prima saat melenggak-lenggok di atas panggung. "Ayam tidak boleh mematok karpet atau kabur dari panggung," katanya. Caranya, sekitar dua-tiga minggu sebelum kontes, ayam serama harus dibiasakan berada di atas karpet.



Sumber:
http://peluangusaha.kontan.co.id

Senin, 08 Agustus 2011

Sosok ayam serama


Sosok serama dianggap bagus jika memiliki kepala, ekor, dan kaki proporsional dengan tinggi yang hanya 20-30 cm. Namun, organ-organ lain seperti jengger, pial, sayap, bulu pedang, warna dan kondisi bulu tidak kalah penting. Musababnya bagian aksesori dari tubuh serama itu mempunyai kontribusi nilai cukup besar. Misal, bulu pedang yang melengkapi ekor serama, maksimal menyumbangkan 10% dari toatal nilai 100%. Belum lagi sayap yang dapat menambah nilai maksimal hingga 7%.

Semua organ tubuh turut mendukung penampilan serama, sehingga selain terkesan ayam mini juga terlihat sempurna. Pokoknya aksesori harus lengkap. Keculai untuk serama anakan dan betina yang belum atau tidak bisa memiliki bulu pedang, misalnya, poin-poin penilaian disesuaikan.

Toh dalam kontes serama penjurian dibedakan beberapa kelas diantaranya, kelas jantan dewasa A berbobot kurang dari 360 gram. Kelas jantan dewasa Bberbobot 361-500 gram. Kelas jantan muda berumur 6-9 bulan, kelas jantan remaja berumur 3-6 bulan, kelas indukan betina, dan kelas anakan berumur 1-3 bulan.

Senin, 01 Agustus 2011

Ayam serama impian

Di arena kontes, juri menilai serama dari aspek sosok dan gaya. Kedua aspek itu dinilai dengan porsi berbeda, sosok 75%, dan gaya 25%. Penilaian sosok yang meliputi bagian kepala, tubuh, sayap, bulu, kaki dan ekor, harus mencerminkan kemungilan ayam serama. Sedangkan gaya di nilai ketika serama menampilkan karakter sombong atau angkuhnya diatas catwalk, membusungkan dada dan melangkah mantap dengan pandangan lurus ke depan.

Standar penilaian itu bersifat umum. Artinya, baik di Malaysia, Indonesia, Thailand bahkan di Amerika serikat, juri menggunakan cara yang sama untuk menilai kecantikan ayam serama.

Di Indonesia setiap komunitas serama memberlakukan proses penjurian yang berbeda. Ada yang hanya menilai serama diatas catwalk, ada juga yang melakukan 2 kali penjurian yaitu dikandang dan catwalk. Demikian lamanya waktu penilaian, komunitas tertentu merasa cukup dengan memberikan waktu 1,5 menit kepada masing-masing serama. Komunitas lain menambah waktu penjurian menjadi 3 menit, malah ada yang menetapkan waktu penjurian hingga 10 menit untuk beberapa serama yang dinilai masal.