Rabu, 30 Juni 2010

Serama, Ayam Imut Berharga Selangit

Meski berperawakan kecil, Serama bukan ayam murahan. Sebab, untuk memboyongnya, Anda harus merogoh kocek dalam-dalam. Prospek bisnisnya pun bagus, mengingat sekarang digolongkan sebagai binatang langka. Russanti Lubis

Ayam apa yang paling kecil di dunia? Jawabnya adalah Ayam Serama. Buktinya, ayam yang berasal dari Malaysia ini, memiliki ukuran badan hanya sebesar kepalan tangan pria dewasa. Selain itu, bobot tubuhnya tak lebih dari 500 gr. Tapi, justru kian mungil badannya, kian bagus kualitasnya. Semakin bagus kualitasnya, semakin mahal harganya yaitu mencapai Rp20 juta/ekor!

“Menurut Asosiasi (Ayam) Bantam Amerika dan Asosiasi (Ayam) Bantam Internasional, Serama merupakan ayam terkecil di kelas (Ayam) Bantam. Padahal, Bantam itu sendiri identik dengan ayam yang berukuran kecil atau mini. Dengan demikian, Serama diklaim sebagai ras ayam terkecil di muka bumi ini,” kata Rudiasfie Sjofinal, Sekretaris Jendral P2ASI (Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia), wadah yang menampung para penggemar Ayam Serama.

Namun, ia melanjutkan, Serama berbeda dengan ayam kate, meski memiliki unsur-unsurnya. Sebab, kate identik dengan ayam yang cebol atau cacat. Sedangkan Serama, bila dilihat secara keseluruhan, memiliki bentuk tubuh yang proporsional tetapi serba kecil. “Maklum, dilihat dari silsilahnya, Serama merupakan ayam hasil rekayasa genetika,” jelas pria yang akrab disapa Rudi ini.

Sekadar informasi, dilihat dari cikal bakalnya, Serama merupakan unggas hasil kreativitas Wee Yean Een. Pada tahun 1971, “penghulu” ayam dari negeri jiran itu menyilangkan Ayam Kapan (Kate Kaki Panjang) dengan Ayam Modern Game Bantam. Dua tahun kemudia, ia menyilangkan keturunan pertama ayam hasil silangan tersebut di atas dengan Ayam Sutera (Silkie Bantam). Masih kurang puas, Wee Yean Een menyilangkan lagi keturunan kedua ayam persilangan tersebut dengan Kate Jepang. Akhirnya, pada tahun 1988, “mak comblang” ayam itu berhasil “menciptakan” Ayam Serama.

Selanjutnya, Wee Yean Een memberinya nama Serama. Karena, ayam imut ini memiliki gaya dan penampilan gagah laiknya Sri Rama, superhero dalam kisah pewayangan Ramayana. Tapi, karena lidahnya cadel, maka Sri Rama pun terdengar seperti Serama dan jadilah ia dikenal sebagai Ayam Serama.

Pada tahun 1990, ayam mini ini diperkenalkan ke publik melalui kontes pertama yang diselenggarakan di Perlis. Kontes sejenis juga banyak digelar di Thailand. Nah, melalui Negara Gajah Putih itulah, masyarakat Indonesia mengenal ayam yang suka petantang-petenteng dan berkokok lantang ini. Tepatnya, ketika dipertandingkan pada tahun 2004 di Ancol, Jakarta Utara.

Cara Budidaya Ayam Serama

Informasi terbaru Cara Budidaya Ayam Serama Cara Budidaya Ayam Serama, Ayam serama dipublikasikan pada tahun 1990 melalui kontes pertama yang diselenggarakan di Perlis. Dalam perlombaan Wee Yean Een tampil sebagai salah satu juri. Selain di Malaysia kontes ayam serama juga banyak digelar di Thailand. Di Indonesia Serama mulai dipertandingkan pada tahun 2004 di Ancol, Jakarta. Penggemar ayam serama berkumpul dalam sebuah wadah bernaman Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia (P2ASI).

Cara merawat serama tidak sulit dan tak berbelit-belit. Kebutuhan hidupnya sama seperti ayam buras. Menurut pengakuan Ir. Rudiasfie Sjofinal peternak ayam serama di Jakarta ayam cebol ini memang sedikit sukar dikembang-biakkan. Ukuran kakinya pendek menyebabkan pejantan sulit melakukan penetrasi ketika hendak kawin. Akibatnya, proses percintaan menjadi tidak mesra dan sering tidak tepat mengenai sasaran.

Rudi sering membantu ayam pejantan nangkring di atas ayam betina. Teknik pengawinan ini dilakukan dengan cara memegang ayam betina lalu menyodorkanya ke depan pejantan. Syaratnya, kedua mempelai harus benar-benar sudah siap kawin. Induk betina siap dipinang pada berusia 5 â€" 6 bulan. Serama betina seperti itu biasanya berperilaku jongkok jika dipegang punggungnya. Sedangkan usia subur pejantan berkisar pada umur 4 hingga 5 bulan.

Rudi juga menerapkan teknik kawin gilir. Dalam metode ini ayam betina dipaksa melayani 3 ekor pejantan. Penggiliran dilakukan secara berselang sekitar 2 â€" 3 jam. Melalui cara perkawinan seperti itu diharapkan peluang keberhasilan bisa diperbesar.

Meski ukuran tubuhnya kecil, serama termasuk jenis ayam bernafsu birahi tinggi. Ia tak gentar dan tak segan-segan jatuh cintrong kepada ayam berbadan lebih gede. Menurut Johan, peternak ayam dari Bekasi, serama mulai belajar kawin ketika berusia 3 bulan. Pejantan muda sehat harus bisa menyalurkan hasrat bercintanya sebanyak 6 â€" 8 kali setiap hari. Nafsu birahi serama memuncak ketika cuaca mendung, atau pagi dan sore hari.

Kesuburan ayam serama sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik. Cuaca terlalu dingin bisa menurunkan kemampuan ayam betina menghasilkan telur. Sebab sebagian besar pakan digunakan untuk produksi energi guna mempertahankan panas badan. Jadi, ayam serama yang dipelihara di daerah dingin harus memperoleh pakan dengan kandungan karbohidrat tinggi. Semisal jagung.

Sebagai hidangan tambahan, Rudi selalu menyuguhkan menu tambahan berupa jangkrik, dan tauge kepada ayam-ayamnya. Setiap seminggu sekali Rudi juga memberi ayamnya vitamin E.

Cara praktis yang lain dilakukan oleh Albert Tan Swee Guan peternak ayam serama asal Selangor, Malaysia. Ia tak pernah memberi menu tambahan aneh-aneh kepada ayam peliharaannya. Menurut pria berkacamata tersebut, pakan ayam petelur saja sudah cukup. Pabrik sudah meracik pakan tersebut sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi yang diperlukan ayam. Albert selalu memberi pakan 2 kali dalam sehari kepada ayamnya. Yaitu di pagi hari dan malam hari sekitar pukul 8. “Itu Chiken feed sudah dikaji sesuai untuk ayam, jadi you tak payah bagi apa-apa lagi,�terang pria tersebut dengan logat melayu.

Telur gagal menetas termasuk salah satu hambatan budidaya ayam serama. Dua kunci penting yang tak boleh dilupakan saat menetaskan telur ayam serama yaitu suhu dan kelembapan. Suhu penetasan tidak boleh melebihi atau kurang dari 37,5°C â€" 38°C. Kelembapan harus selalu disesuaikan dengan usia telur. Minggu pertama hingga minggu ke dua kelembapan diatur pada kisaran 65% â€" 70%. 2 â€" 3 hari menjelang menetas, kelembapan harus ditambah hingga kisaran 95% â€" 100%. Derajat kelembaban bisa diukur dengan Hygro meter. Piranti ini biasanya sudah ada pada alat penetas. Kondisi udara terlalu kering membikin kulit telur jadi keras. Akibatnya anak ayam kesulitan memecah cangkang telur. Kalau sudah seperti itu, anak ayam bisa mati lemas gara-gara tidak bisa bernafas.

Di arena lomba, ayam serama dapat tampil prima jika birahinya sedang memuncak. Oleh karena itu, seminggu sebelum ikut kotes ia tidak boleh melihat lawan jenisnya. Jadi taruhlah serama Anda di tempat yang terisolir. Umumnya nafsu birahi serama memuncak pada usia 4 â€" 6 bulan.

Bulu ayam serama yang terlalu sering kawin sering rusak. Sewaktu bercumbu serama betina gemar mematok bulu leher sang pacar. Alhasil bulu wiring itu banyak yang copot sehingga serama jantan jadi botak. Hal itu bisa dicegah dengan jalan melarang serama jantan berpacaran sebelum meraih prestasi.

Selain tidak boleh kawin, ayam serama unggulan juga tak boleh terlalu gaul. Ia dilarang terlalu sering bermain di halaman alias diumbar. Menurut Gusti M. Taufik, ayam yang kerap diumbar akan mandi pasir atau kipu. Nah, hal itulah yang memicu bulu jadi acak-acakan, patah, dan warnanya kusam. Mandi pasir juga bisa bikin sisik kaki copot dan patah. Yang lebih berbahaya lagi, dikawatirkan ayam akan memakan benda-benda berbahaya. Semisal pecahan kaca, dan karet. “Ayam saya pernah mendadak lemas. Lantas setelah saya potong ternyata di dalam temboloknya ada belingnya,� sahut Rudi salah satu pelopor ayam serama di Negeri ini.

Ayam serama juga harus dilatih berkonsentrasi supaya tampil prima di atas panggung. Ia tidak boleh mematok karpet atau kabur dari panggung. Jadi ayam cebol ini harus tak jemu-jemu bergaya dan berkokok lantang di atas cat walk.

Cara melatih mental serama tidak susah. Sekitar 2 â€" 3 minggu sebelum kontes dia harus dibiasakan dengan panggung berkarpet. Basahi ayam mungil itu dengan sepotong lap. Setelah itu, taruhlah di atas meja yang diberi karpet berwarna hijau. Mengapa harus karpet berwarna hijau? Pasalnya benda tersebut sering dikira rumput. Jadi kalau ketika latihan ia sering tertipu oleh karpet hijau, diharapkan saat di panggung lomba ia ogah mematok-matok karpet lagi. Biar serama tidak kabur, tutuplah dengan kurungan. Setelah itu posisikan meja latihan di tempat yang panas.

Seusai dijemur ayam tidak boleh langsung diberi minum. Kalau hal itu dilanggar, ayam bisa diterjang penyakit ngorok. Wajahnya yang cerah mendadak berubah jadi pucat pasi. Taruhlah terlebih dulu ayam yang usai dijemur di tempat teduh selama 15 â€" 30 menit. Nah, setelah itu ayam baru boleh menegak segelas air segar.

Serama wajip menyantap porsi pakan pas dengan menu extra gizi. Vitamin E, Pospor dan Calsium sangat penting untuk merawat kecantikan bulu. Vitamin E banyak terkandung dalam minyak ikan. Sedangkan Calsium dan Pospor banyak terdapat dalam sotong alias kulit cumi. Extra fooding tersebut musti disuguhkan setiap hari.

Soal menu pakan serama, Rudi punya resep jitu yang layak ditiru. Setiap pagi ia selalu memberikan minuman bercampur Enervon C kepada seramanya. Ramuan tersebut harus habis sekali minum serta tidak boleh terkena terik matahari. Sebab, khasiatnya bisa hilang. Menu sarat gizi lain yang ia suguhkan yaitu 3 ekor jangkrik dan kroto. Jagung tidak boleh dihidangkan secara berlebihan. Sebab serama yang terlalu banyak menyantap jagung bisa cepat mengalami rontok bulu.

Selain penampilan menarik, serama juga harus memiliki bobot badan seringan mungkin. Jadi, diet harus diawasi secara ketat. Hindari pemberian pakan yang banyak mengandung lemak. 3 hari menjelang lomba, ayam serama disuguh beras merah atau gabah. Porsinya cukup 2 â€" 3 sendok makan saja. Menu itu diberikan 2 kali dalam sehari. Yaitu pada pagi dan sore hari.

Resep lain dimiliki Ajong penangkar ayam serama di bilangan Pulo Mas, Jakarta. Sebulan menjelang kontes serama hanya diberi pakan berupa gabah mini. Menu itu disodorkan dua kali sehari. Yaitu di pagi dan di sore hari.
Supaya bulu serama semakin nampak kinclong, ayam harus rajin berjemur. Acara mandi sinar matahari dilakukan mulai pukul 8 hingga pukul 10 pagi. Sebelum dijemur sebaiknya ayam dimandikan terlebih dulu. Bahkan kalau perlu setiap sebulan sekali ayam dikeramasi dengan shampo. Kegiatan ini harus dilakukan pada saat cuaca cerah. Seusai karmas, ayam segera dihanduki dan dijemur.

Manipulasi kecantikan ternyata tidak diharamkan di dunia hobi ayam serama. Supaya tampil elok di panggung, banyak serama yang menjalani perawatan kecantikan. Semisal meluruskan bulu pedang (bulu ekor terpanjang) dengan cara diolesi air jeruk nipis, operasi plastik untuk merapikan jengger, serta merapikan bulu sayap.

Serama yang tak pernah kawin sering menderita kelainan perilaku seksual Kondisi seperti itu banyak diderita oleh serama mantan jawara. . Waspadai dan latihlah ayam tersebut kawin dengan cara sopan dan benar. Di dunia perseramaan calon kontesan pantang kawin sebelum menang. Ayam cebol itu dipingit dan dilarang berpacara lebih dulu. Mereka digembleng serta musti rajin berlatih berpose di atas panggung.

Ketika ayam kerdil telah pensiun dari arena lomba dan hendak dikawinkan, pehobi baru bisa menemui akibat yang muncul karena ayam selalu dipingit. Semisal ayam menjadi terlalu bersemangat kawin. Ada juga yang terlalu cuek tak menggubris godaan serama betina.

Meskipun seekor ayam serama yang Anda pelihara hendak mengikuti lomba, bukan berarti serama tersebut tidak boleh kawin. Proses perkawinan dilakukan secara terjadwal dan tidak boleh terlalu sering. Ayam yang terlalu sering kawin bisa mengalami kerusakan bulu. Jika Anda tidak menginginkan bulu ayam jadi acak-acakan gara-gara kawin, taruhlah ayam tersebut dalam kandang umbaran beralas rumput.

Seekor serama mantan juara harus dikawinkan secara berhati-hati. Sebab jika hal ini dilakukan secara serampangan, keselamatan ayam betina bisa terancam. Menurut pengalaman Gusti M. Taufik, ayam serama yang belum pernah dikawinkan memiliki nafsu birahi yang luar biasa. Jika ayam cebol berkelamin jantan ini langsung dikawinkan tanpa perkenalan dan pemanasan lebih dulu, bisa menyebabkan ayam betina babak belur bahkan jiwanya melayang.

Tips dan trik melatih serama kawin yang sudah lama dipraktekkan Taufik layak ditiru. Nafsu birahi berlebihan dari ayam serama bisa diredakan dengan jalan memandikannya setiap pagi. Selain itu, berbagai menu yang bisa membangkitkan gariah kawin juga harus dikurangi. Pakan seperti itu umumnya mengandung protein dalam jumlah tinggi. Semisal pur, minyak ikan dan jagung.

Cara lain yang dilakukan oleh Taufik untuk mencegah perilaku seksual ayam serama yang brutal yaitu dengan jalan merangsang nafsu birahi pejantan dengan tangan. Langkah ini dilakukan sebelum pejantan dikawinkan. Umumnya serama jantan yang sedang ngebet kawin akan mengejar tangan setiap orang yang mendekatinya. “Tangan saya sering dikira ayam betina. Ayam pejantan tersebut langsung nangkring di atas tangan. Lantas cairan sperma berceceran di lengan saya,�jelas Taufik ketika ditemui di kediaman Rudi pelung.

Lakukanlah metode itu pada waktu pagi atau sore hari. Biarkan serama jantan melampiaskan nafsu birahinya di atas tangan Anda. Setelah itu beri waktu sekitar 10 â€" 15 menit untuk beristirahat, kemudian rangsang kembali ayam jantan tadi. Setelah menjalani 2 â€" 3 kali rangsangan buatan, serama jantan baru boleh kawin. Nah, cara tersebut bisa membuat serama jantan menjadi lebih mesra saat mengajak bercinta sang Betina.

Metode lain yang dilakukan oleh Taufik untuk melatih ayam serama kawin yaitu dengan jalan menaruh kedua ayam yang akan dijodohkan dalam kandang terpisah. Sangkar calon mempelai itu tidak boleh terlalu berdekatan dulu. Setelah perilaku ayam jantan nampak tidak ugal-ugalan lagi, sangkar itu baru boleh didekatkan. Nah, mereka baru bisa dicampur jika sudah nampak akur.

Korban jiwa bisa dicegah dengan jalan menjodohkan ayam serama jomblo dengan serama betina siap kiawin. Umumnya ayam betina siap kawin ditandai dengan perilaku jongkok sewaktu dipegan punggungnya. Induk betina seperti itu tidak terlalu banyak cing-cong dan pasrah ketika diajak bercinta. Jika Anda masih khawatir dengan perilaku urakan serama jantan, pegang induk betina lalu sodorkan berlahan-lahan ke depan serama jantan. Teknik kawin paksa seperti ini disebut sebagai kawin dodokan.

Lain halnya dengan Hengki Kumis, hobiis ayam serama di Jakarta, menurutnya ayam serama yang tidak pernah dikawinkan sejak kecil bisa menderita penurunan gairah seksual. Ayam seperti ini tidak akan mudah tertarik dengan lawan jenisnya. Bahkan ketika dicampur, tanpa basa-basi ia langsung menghajar serama betina secara membabi-buta.

Ayam loyo bisa dirangsang dengan menu kaya protein dan mengandung bahan penghangat badan. Semisal kecambah, vitamin E dan Jahe. “Biar hangat jahe disuguhkan setiap malam. Dosisnya cukup sebesar kelingking jari saja. Tauge dihidangkan pada siang hari,� terang Hengki.

Pejantan serama yang loyo juga harus dibiasakan bergaul dengan serama betina. Campurlah mereka dalam sebuah kandang umbaran berukuran 1,5 m x 3 m. Tiap kamar dihuni 1 pejantan dan 2 â€" 3 ekor betina. Kira-kira dua minggu kemudian, serama jantan tadi sudah “gaulâ€� dan senang mejeng.


Sumber:
http://jejehhati.blogspot.com

Selasa, 29 Juni 2010

Ketekunan menghasilkan ayam serama bermutu

Peluang menonton pertandingan ayam serama di Lembah Klang, mencetuskan minat Ahmad Fauzi Mohamed menyusuri salasilah ayam terkecil di dunia ini.

Tanpa pengalaman, Ahmad Fauzi tidak dapat membezakan antara ayam serama, kapan dan katik yang seakan-akan sama tetapi agak besar berbanding serama.

Walaupun kelihatan seakan sama dengan ayam serama, ayam kapan dan katik sebenarnya mempunyai ciri-ciri yang berbeza dengan ayam serama.

Tertarik dengan ayam serama, Ahmad Fauzi membuat kajian dan mendapati tiada catatan bertulis mengenai sejarah asal-usul mengenainya tetapi maklumat tidak rasmi mengatakan ayam serama berasal dari Kelantan.

“Menurut cerita, ayam serama merupakan haiwan peliharaan istimewa yang dipelihara dalam kawasan istana,” katanya.

Ayam serama yang ada sekarang merupakan hasil kacukan dengan beberapa spesies burung eksotik seperti ayam hutan, bantam dan merpati.

Proses kacukan dipercayai berlaku setelah beberapa keturunan sehinggalah saiz menjadi sekecil sekarang dan diiktiraf sebagai ayam terkecil di dunia.

“Ayam serama adalah warisan yang harus dipertahankan kerana berasal dari Tanah Melayu,” katanya semasa ditemui di rumahnya di Ampang, Selangor, baru-baru ini.

Hasrat ingin memulihara warisan tempatan menyebabkan beliau ke Kelantan dan Terengganu untuk membeli dan mengumpul baka ayam serama untuk dipelihara.

Tertarik dengan nilai estetika dan ciri yang ada pada ayam serama, Ahmad Fauzi mengambil keputusan menubuhkan Serama Corporation Sdn. Bhd.

Sebagai Pengarah Urusan, Ahmad Fauzi menjalankan penyelidikan dan pembangunan (R&D) dari segi ketahanan, penyakit, penjagaan dan gaya.

“Ini penting bagi mendapatkan baka yang baik, cantik dan kuat memandangkan tidak lebih 10,000 ekor ayam serama yang terdapat di seluruh negara,” katanya.

Ayam serama amat berbeza dengan ayam peliharaan dari segi saiz, sifat dan bentuk badannya.

Berat badan ideal ayam serama adalah bawah 500 gram dan biasanya satu pertiga daripada berat badan ayam biasa.

“Ayam serama berbeza dengan ayam katik dan ayam kapan kerana pandai bergaya seperti mengepak dan mendada apabila ada mata memandang.

“Ayam ini juga suka dimandikan, dibelai dan diurut agar lebih sihat,” katanya.

Biasanya ayam serama akan dirapikan setiap hari seperti dimandikan, diberi makan vitamin dan disapu losen bagi mencantikkannya.

Ayam serama mempunyai jangka hayat antara tujuh hingga 15 tahun berdasarkan kaedah penjagaan.

Ayam akan bertelur semasa berusia enam bulan dan bertelur selang sehari sehingga enam biji dan mengeram selama 21 hari.

Anak ayam yang baru menetas akan diletakkan dalam kotak khas dengan alat pemanas mentol berkuasa 15 watt.

Anak ayam yang baru menetas dapat bertahan selama tiga hari tanpa makanan dan minuman.

Biasanya anak ayam akan diberi makanan bertih jagung yang dihancurkan dan mengambil masa enam bulan untuk mencapai usia matang.

Ayam serama dewasa akan ditempat dalam reban khas yang dijaga rapi kerana kebersihan amat penting bagi proses tumbesaran dan kualiti.

Bagi mengelakkan penyakit berjangkit, ayam serama akan dimandikan dan dijemur untuk membasmi kuman.

Bagi memudahkan ayam serama dipindahkan untuk tujuan pertunjukkan dan pertandingan, kotak khas yang dihias cantik akan digunakan.

Apa yang lebih membanggakan, negara seperti Amerika Syarikat (AS) hingga ke Eropah mempunyai kelab ayam serama.

“Ini boleh dilihat menerusi laman-laman web seperti Serama Club of Great Britain, US Serama Club dan Serama Club Netherland,” katanya.

Justeru Ahmad Fauzi merasakan ayam serama perlu dimartabatkan sebagai warisan milik negara kerana asalnya dari negara ini.

Beliau yakin ayam serama mampu menjadi ikon bagi menjadi tarikan pelancong dari dalam dan luar negara.

“Saya bimbang, unggas yang berasal dari negara ini jika tidak diketengahkan akan menjadi hak milik orang lain,” katanya.

Ahmad Fauzi menambah bagi merealisasikan impiannya, semuanya harus mendapat sokongan padu agensi kerajaan yang berkaitan seperti Kementerian Pertanian dan Industri Asas Tani, Kementerian Pelancongan, Kementerian Kebudayaan, Kesenian dan Warisan dan Kementerian Pembangunan Luar Bandar dan Wilayah.

Serama Corporation serius merintis jalan bagi memfokuskan visi untuk menghasilkan ayam serama yang asli dan bermutu tinggi dan membimbing peminat dan peniaga kaedah menternak dan menjaga ayam serama.

Beliau juga berharap usaha tersebut dapat mengekal dan mengembangkan warisan budaya dan seni memelihara ayam serama dan mewujudkan sumber pendapatan baru dalam sektor penternakan.

Memberi peluang meningkatkan pendapatan kepada golongan masyarakat termasuk usahawan, penternak dan nelayan.

Menjadikan penternakan ayam serama sebagai daya penarik utama pelancong tempatan dan asing ke negara ini serta dapat menjana pendapatan dan pekerjaan bagi yang berminat.

Bagi merealisasikan hasrat ini, Serama Corporation akan mengadakan bengkel ternakan ayam serama secara komersial dengan kerjasama Prestasi Agro Farm.

Bengkel berkenaan akan berlangsung dalam masa terdekat dan akan mendedahkan peserta mengenai sejarah, teknik penjagaan dan bagaimana ayam serama mampu menjana pendapatan sampingan.

Memandangkan ayam serama bakal diiktiraf sebagai khazanah negara, maka peluang dikomersialkan akan memberikan keuntungan kepada penternak.

Kamis, 24 Juni 2010

Tips membeli ayam Serama

Ayam Serama umumnya mulai bertelur ketika berumur 6 bulan & bertelur tiap 2 hari sekali. Banyaknya telur tergantung dari umur ayam dan pakan yg kita berikan, biasanya dikisaran 6 sampai 12 butir. Lamanya pengeraman berkisar anatara 19-21 hari. Serama betina hanya bisa efektif paling banyak mengerami 5-6 butir telur.

Anakan Serama yg baru netas sebaiknya dibiarkan dengan induknya paling tidak sampai 3 hari,baru kemudian kita sapih dan ditempatkan di kandang pembesaran berisi lampu pijar 20-30 watt. Karena apabila kita biarkan di asuh indukannya kemungkinan resiko untuk matinya lebih besar.

Hati-hati bagi para peminat baru ayam Serama, dikarenakan harganya yg cukup mahal dianjurkan untuk membeli ayam Serama dari farm yg sudah terjamin keaslian bibit2 seramanya. Dikarenakan pada saat dibawah umur 1 bulan sulit membedakan anakan ayam Serama dgn anakan ayam Katek Jepang ataupun dengan ayam Kapan. Kelebihan membeli di peternakan/farm katuragan/silsilah keturunannya bisa kita ketahui.

Selamat membeli dan memelihara ayam Serama



Sumber:
http://seramapalembang.blogspot.com

Keuntungan Memelihara Ayam Serama


  • Memelihara Ayam Serama adalah hobby yang boleh dikatakan sangat mengasyikan dan merupakan sarana penghibur serta penghilang stress yang baik.
  • Memelihara Ayam Serama tidak membutuhkan tempat yang luas ataupun kandang yang besar.
  • Memelihara Ayam Serama akan memperbanyak network pertemanan kita.
  • Memelihara Ayam Serama dapat meningkatkan perekonomian keluarga,karena nilai jual yang tinggi.

Perawatan Ayam Serama


Perawatan Ayam Serama
Cara merawat serama tidak sulit dan tak berbelit-belit. Kebutuhan hidupnya sama seperti ayam buras. Menurut pengakuan Ir. Rudiasfie Sjofinal peternak ayam serama di Jakarta ayam cebol ini memang sedikit sukar dikembang-biakkan. Ukuran kakinya pendek menyebabkan pejantan sulit melakukan penetrasi ketika hendak kawin. Akibatnya, proses percintaan menjadi tidak mesra dan sering tidak tepat mengenai sasaran.
Rudi sering membantu ayam pejantan nangkring di atas ayam betina. Teknik pengawinan ini dilakukan dengan cara memegang ayam betina lalu menyodorkanya ke depan pejantan. Syaratnya, kedua mempelai harus benar-benar sudah siap kawin. Induk betina siap dipinang pada berusia 5 – 6 bulan. Serama betina seperti itu biasanya berperilaku jongkok jika dipegang punggungnya. Sedangkan usia subur pejantan berkisar pada umur 4 hingga 5 bulan.
Rudi juga menerapkan teknik kawin gilir. Dalam metode ini ayam betina dipaksa melayani 3 ekor pejantan. Penggiliran dilakukan secara berselang sekitar 2 – 3 jam. Melalui cara perkawinan seperti itu diharapkan peluang keberhasilan bisa diperbesar.
Meski ukuran tubuhnya kecil, serama termasuk jenis ayam bernafsu birahi tinggh. Ia tak gentar dan tak segan-segan jatuh cintrong kepada ayam berbadan lebih gede. Menurut Johan, peternak ayam dari Bekasi, serama mulai belajar kawin ketika berusia 3 bulan. Pejantan muda sehat harus bisa menyalurkan hasrat bercintanya sebanyak 6 – 8 kali setiap hari. Nafsu birahi serama memuncak ketika cuaca mendung, atau pagi dan sore hari.
Kesuburan ayam serama sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik. Cuaca terlalu dingin bisa menurunkan kemampuan ayam betina menghasilkan telur. Sebab sebagian besar pakan digunakan untuk produksi energi guna mempertahankan panas badan. Jadi, ayam serama yang dipelihara di daerah dingin harus memperoleh pakan dengan kandungan karbohidrat tinggi. Semisal jagung.
Sebagai hidangan tambahan, Rudi selalu menyuguhkan menu tambahan berupa jangkrik, dan tauge kepada ayam-ayamnya. Setiap seminggu sekali Rudi juga memberi ayamnya vitamin E.
Cara praktis yang lain dilakukan oleh Albert Tan Swee Guan peternak ayam serama asal Selangor, Malaysia. Ia tak pernah memberi menu tambahan aneh-aneh kepada ayam peliharaannya. Menurut pria berkacamata tersebut, pakan ayam petelur saja sudah cukup. Pabrik sudah meracik pakan tersebut sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi yang diperlukan ayam. Albert selalu memberi pakan 2 kali dalam sehari kepada ayamnya. Yaitu di pagi hari dan malam hari sekitar pukul 8. “Itu Chiken feed sudah dikaji sesuai untuk ayam, jadi you tak payah bagi apa-apa lagi,”terang pria tersebut dengan logat melayu.
Telur gagal menetas termasuk salah satu hambatan budidaya ayam serama. Dua kunci penting yang tak boleh dilupakan saat menetaskan telur ayam serama yaitu suhu dan kelembapan. Suhu penetasan tidak boleh melebihi atau kurang dari 37,5°C – 38°C. Kelembapan harus selalu disesuaikan dengan usia telur. Minggu pertama hingga minggu ke dua kelembapan diatur pada kisaran 65% – 70%. 2 – 3 hari menjelang menetas, kelembapan harus ditambah hingga kisaran 95% – 100%. Derajat kelembaban bisa diukur dengan Hygro meter. Piranti ini biasanya sudah ada pada alat penetas. Kondisi udara terlalu kering membikin kulit telur jadi keras. Akibatnya anak ayam kesulitan memecah cangkang telur. Kalau sudah seperti itu, anak ayam bisa mati lemas gara-gara tidak bisa bernafas.
Di arena lomba, ayam serama dapat tampil prima jika birahinya sedang memuncak. Oleh karena itu, seminggu sebelum ikut kotes ia tidak boleh melihat lawan jenisnya. Jadi taruhlah serama Anda di tempat yang terisolir. Umumnya nafsu birahi serama memuncak pada usia 4 – 6 bulan.
Bulu ayam serama yang terlalu sering kawin sering rusak. Sewaktu bercumbu serama betina gemar mematok bulu leher sang pacar. Alhasil bulu wiring itu banyak yang copot sehingga serama jantan jadi botak. Hal itu bisa dicegah dengan jalan melarang serama jantan berpacaran sebelum meraih prestasi.
Selain tidak boleh kawin, ayam serama unggulan juga tak boleh terlalu gaul. Ia dilarang terlalu sering bermain di halaman alias diumbar. Menurut Gusti M. Taufik, ayam yang kerap diumbar akan mandi pasir atau kipu. Nah, hal itulah yang memicu bulu jadi acak-acakan, patah, dan warnanya kusam. Mandi pasir juga bisa bikin sisik kaki copot dan patah. Yang lebih berbahaya lagi, dikawatirkan ayam akan memakan benda-benda berbahaya. Semisal pecahan kaca, dan karet. “Ayam saya pernah mendadak lemas. Lantas setelah saya potong ternyata di dalam temboloknya ada belingnya,” sahut Rudi salah satu pelopor ayam serama di Negeri ini.
Ayam serama juga harus dilatih berkonsentrasi supaya tampil prima di atas panggung. Ia tidak boleh mematok karpet atau kabur dari panggung. Jadi ayam cebol ini harus tak jemu-jemu bergaya dan berkokok lantang di atas cat walk.
Cara melatih mental serama tidak susah. Sekitar 2 – 3 minggu sebelum kontes dia harus dibiasakan dengan panggung berkarpet. Basahi ayam mungil itu dengan sepotong lap. Setelah itu, taruhlah di atas meja yang diberi karpet berwarna hijau. Mengapa harus karpet berwarna hijau? Pasalnya benda tersebut sering dikira rumput. Jadi kalau ketika latihan ia sering tertipu oleh karpet hijau, diharapkan saat di panggung lomba ia ogah mematok-matok karpet lagi. Biar serama tidak kabur, tutuplah dengan kurungan. Setelah itu posisikan meja latihan di tempat yang panas.
Seusai dijemur ayam tidak boleh langsung diberi minum. Kalau hal itu dilanggar, ayam bisa diterjang penyakit ngorok. Wajahnya yang cerah mendadak berubah jadi pucat pasi. Taruhlah terlebih dulu ayam yang usai dijemur di tempat teduh selama 15 – 30 menit. Nah, setelah itu ayam baru boleh menegak segelas air segar.
Serama wajip menyantap porsi pakan pas dengan menu extra gizi. Vitamin E, Pospor dan Calsium sangat penting untuk merawat kecantikan bulu. Vitamin E banyak terkandung dalam minyak ikan. Sedangkan Calsium dan Pospor banyak terdapat dalam sotong alias kulit cumi. Extra fooding tersebut musti disuguhkan setiap hari.
Soal menu pakan serama, Rudi punya resep jitu yang layak ditiru. Setiap pagi ia selalu memberikan minuman bercampur Enervon C kepada seramanya. Ramuan tersebut harus habis sekali minum serta tidak boleh terkena terik matahari. Sebab, khasiatnya bisa hilang. Menu sarat gizi lain yang ia suguhkan yaitu 3 ekor jangkrik dan kroto. Jagung tidak boleh dihidangkan secara berlebihan. Sebab serama yang terlalu banyak menyantap jagung bisa cepat mengalami rontok bulu.
Selain penampilan menarik, serama juga harus memiliki bobot badan seringan mungkin. Jadi, diet harus diawasi secara ketat. Hindari pemberian pakan yang banyak mengandung lemak. 3 hari menjelang lomba, ayam serama disuguh beras merah atau gabah. Porsinya cukup 2 – 3 sendok makan saja. Menu itu diberikan 2 kali dalam sehari. Yaitu pada pagi dan sore hari.
Resep lain dimiliki Ajong penangkar ayam serama di bilangan Pulo Mas, Jakarta. Sebulan menjelang kontes serama hanya diberi pakan berupa gabah mini. Menu itu disodorkan dua kali sehari. Yaitu di pagi dan di sore hari.
Supaya bulu serama semakin nampak kinclong, ayam harus rajin berjemur. Acara mandi sinar matahari dilakukan mulai pukul 8 hingga pukul 10 pagi. Sebelum dijemur sebaiknya ayam dimandikan terlebih dulu. Bahkan kalau perlu setiap sebulan sekali ayam dikeramasi dengan shampo. Kegiatan ini harus dilakukan pada saat cuaca cerah. Seusai karmas, ayam segera dihanduki dan dijemur.
Manipulasi kecantikan ternyata tidak diharamkan di dunia hobi ayam serama. Supaya tampil elok di panggung, banyak serama yang menjalani perawatan kecantikan. Semisal meluruskan bulu pedang (bulu ekor terpanjang) dengan cara diolesi air jeruk nipis, operasi plastik untuk merapikan jengger, serta merapikan bulu sayap



Sumber:
http://seramapalembang.blogspot.com

Senin, 21 Juni 2010

Beternak Ayam Serama

Ayam serama adalah ayam terkecil di dunia yang berasal dari malaisia. Ayam ini sangat menyenangkan untuk dipelihara karena pandai memikat hati dengan gayanya yang penuh aksi. Jika kita perhatikan ayam ini segera mengangkat dada dan meluruskan ekornya tegak keatas hingga 90 derajat serta mengibaskan kedua sayapnya.

Cara beternak ayam serama harus dilakukan dengan intensif. Pemberian pakan bisa menggunakan pakan dedak yang tiap harinya diberikan minum vitamain. Kandang harus terlindung dari hujan, karena ayam ini mudah sekali terkena penyakit jika kandangnya kuarang memenuhi sarat.

Sebetulnya merawat ayam serama ini tidak terlalu sulit juga, asal kita selalu memperhatikan aspek kebersihan dan pemberian pakan yang bagus, memang lebih bagus lagi jika pakan yang kita berikan dicapur juga dengan konsentrat.

Ayam ini bertelur tidak terlalu banyak, ayam betina biassanya hanya bertelur 3 biji dalam satu bulan atau hanya sekitar 20 butir dalam satu tahun. Telur diambil setiap hari dan dikumpulkan selama 7 hari, selanjutnya dimasukkan mesin tetas, lama penetasan telur ini sama dengan ayam pada umumnya yaitu 21 hari. Aetelah ayam menetas dimasukan dalam bok yang diberi lampu pemanas sebagai indukan. Pemanas ini berfungsi sebagai ganti induk ayam betina yang memanaskan anaknya. Baru setelah 30 hari. bulu mulai tumbuh komplit maka anak ayam i ni bisa dimasukan dalam bok biasa.

Dalam perawatan rutin harian, pemberian pakan dan membuang pakan sisa kemarin, memberi air minum baru dan membersihakan tempat minum setiap hari. Sebab penyakit biasanya banyak bersarang pada tempat pakan atau air minum yang jarang dibersihkan. Kotoran dibersihkan setiap hari dan ayam dimandikan juga setiap hari. Dengan memandikan ayam ini, menjadikan ayam kita menjadi semakin jinak dan nurut dengan kita.

Tentang Ayam serama:
  1. Dipercaya berasal dari kelantan malaisia
  2. hasil persilangan dari berbagai jenis ayam
  3. Nama serama berasal dari kata Sri Rama dan pada mulanya hewan ini hanya dipelihara dikalangan istana saja.
  4. Bisa berumur hingga 15 tahun
  5. Berat ideal adalah 500 gram atau 1/2 kg.
  6. Ciri serama yang bagus adalah ekor yang cantik, berdada tegak kepak syap lurus ke bawah.
  7. Hewan peliharaan yang jinak, manja dan mengenai pemeliharanya.
  8. Mempunyai gelagat yang menarik, seperti berjalan mundur kebelakan.

Sabtu, 19 Juni 2010

Kualitas Ayam Serama yang Harganya Bisa Selangit

JAKARTA - Namanya ayam serama. Ukuran badannya cuma separuh dari ayam biasa. Bobotnya pun beberapa ons saja. Tak seperti unggas lainnya, ia bisa berdiri tegak membusungkan dada laksana tentara. Meski badannya kecil, harganya mahal luar biasa. Seekor anakan bisa beberapa juta rupiah harganya. Jika menjuarai lomba, nilanya bisa setara mobil Toyota Avanza.

Di Indonesia, ayam mungil ini populer sejak dua tahun lalu. Para pencinta satwa mengimpornya dari Malaysia. Tapi sekarang banyak peternak lokal menjual ayam yang punya nama latin ini. Ada beberapa versi sejarah tentang asal-usul serama. Versi pertama mengatakan ayam mini ini sudah ada di Malaysia secara “semula jadi” (sudah ada secara alami sejak dulu). Tapi sebagian riwayat menyebutkan ayam ini hasil silangan Wee Yean Een, seorang peternak asal Kelantan, Malaysia.

Mulanya ia mengawinkan ayam sutera dengan ayam kapan (ayam lokal yang berkaki panjang). Lalu anak yang dihasilkan, dikawinkan dengan dengan ayam katai Jepang. Hasil persilangan ini disilangkan kembali berkali-kali. Konon ia butuh waktu hingga sepuluh tahun untuk memperoleh galur murni ayam serama dari kawin-kawin silang itu. Lepas dari dua versi asal-usul tersebut, yang jelas ayam mungil ini bukan ayam kampung yang tiba-tiba badannya mengkeret akibat kutukan.

Meski badannya kecil, serama tak sama dengan ayam katai. Ayam katai adalah ayam biasa yang badannya cebol dan biasanya berkaki pendek. Adapun serama, meski badannya kecil, ia bukan ayam cebol. Semua ukuran anatomi tubuhnya proporsional seperti ayam biasa. Sepadan dengan badannya, telur serama juga imut-imut. Lebih besar dari telur puyuh, tapi lebih kecil dari telur ayam kampung. Karena ukurannya yang mungil, ayam serama dijuluki sebagai ayam hias paling imut. Tinggi badan serama dewasa hanya sekitar 15 – 25 cm. Bobot badannya hanya beberapa ons, tak lebih dari setengah kilogram. Angka ini separuh dari bobot ayam katai yang umumnya sekitar 8 ons hingga 1 kg.

Di Malaysia, ayam ini merupakan salah satu satwa andalan negara. Ia tak kalah populer dibandingkan Siti Nurhaliza. Saking kondangnya, gambar ayam serama dipakai sebagai gambar perangko.

Keunikan serama bukan hanya karena ukuran badannya yang mini. Ia satwa yang imut, kenes, dan menggemaskan, tapi juga bisa tampak gagah dan angkuh. Jika ayam kampung berdiri dengan kepala menjulur ke depan, serama bisa berdiri tegak dan gagah seperti manusia. Kepalanya bisa sejajar dengan kedua kakinya. Jika sedang berdiri tegap, ia mirip prajurit yang siap tempur. Bentuk sayap serama juga berbeda dengan sayap ayam kampung. Saat berdiri, sayap ayam kampung biasanya menempel di badan. Sedangkan sayap serama menggelantung ke bawah. Seperti tangan perwira yang sedang latihan baris-berbaris. Helai bulu sayapnya yang menjuntai tampak seperti pedang yang menggelantung. Tak cuma itu, ia pun bisa membusungkan dada layaknya binaragawan yang sedang beraksi di atas panggung. Jika dadanya sedang membusung, postur badannya menyerupai huruf “S”. Buntutnya bisa tegak mengembang. Jika sedang mengembang, helaian bulu ekornya tampak elegan menyerupai lengkung pedang.

Tanpa perlu melakukan akrobat, bulu ekornya bisa menyentuh jengger saat ia berdiri tegak. Lebih unik lagi, permukaan dadanya bahkan bisa dinaiki oleh anaknya yang masih kecil sementara kepalanya mendongak ke atas. Meski badannya kecil, nyali ayam serama tak ikut kerdil. Sekalipun bukan ayam petarung, jika bertemu dengan ayam jenis lain yang badannya lebih gede, serama jantan tak takut untuk menantang. Seperti pejantan ayam kampung, serama pun berani menerjang meskipun ukuran tubuhnya tak sebanding dengan lawannya. Jika bertemu ayam kampung betina, serama jantan juga bisa menyorong-nyorongkan badannya pertanda berahi. Selain bernyali, pejantan serama juga tergolong hebat dalam urusan kawin. Pada umur dua bulan, ia sudah berani si betina meskipun tidak sampai terjadi penetrasi. Hanya saja, daya tetas telur tergolong rendah ketimbang daya tetas ayam kampung. Angka kematian embrio telurnya terbilang tinggi.

“Bisa menetas 50 persen saja sudah bagus,” kata Jerry Hermawan Lo, penggemar sekaligus peternak serama dari Jakarta. Selain imut, serama juga jinak dan senang diajak bercanda. Meski bisa tampil angkuh, serama terbilang ayam yang baik hati. Tidak seperti ayam kampung yang menghindar jika didekati, serama bisa berakrab-akrab dengan pemiliknya. Ia senang dielus-elus seperti kucing atau anjing rumahan. Buat majikan yang sedang dilanda banyak masalah, ayam ini cocok dijadikan sebagai penawar stres. “Menggembirakan hati pemiliknya,” kata orang Malaysia.

Sebagai ayam hias, serama dipeliara karena keelokan rupa dan gayanya di atas panggung. Bukan keindahan suaranya seperti ayam bekisar, atau kemampuannya bertarung seperti ayam bangkok. Suara kokoknya kecil dan cempreng, jauh dari kesan gagah. Mirip manusia, serama juga perlu perawatan agar bisa tampil cantik. Merawat serama tak boleh serampangan. Meski tak sampai perlu, serama perlu mandi rutin seminggu sekali. Mandinya pun bukan asal kena air. Airnya harus dicampur dulu dengan antikutu. Setelah itu ia keramas dengan sampo bayi, berhanduk, lalu berjemur. Bulunya harus dijaga agar tak mudah rontok. Pakannya pun perlu diperhatikan, tak boleh terlalu kasar. Sejak usia satu bulan, ia harus mulai menjalani masa penggemblengan mental dan latihan bergaya.

Agar bisa tampil memikat di atas (yang berupa meja segi empat), ia perlu latihan layaknya seorang peragawan atau peragawati. Di atas meja catwalk, ia berlatih mengayunkan kaki, berdiri tegak, membusungkan dada, tengok kiri, tengok kanan, bergaya, dan hilir mudik layaknya seorang peraga busana. Jika sedang beraksi, gaya berjalannya bisa sangat genit. Kaki diangkat pelan-pelan satu demi satu, menggemaskan. Tak kalah centil dari gaya lenggak-lenggok peragawati.

Saat berada di atas panggung kontes, ia harus tampil percaya diri untuk bergaya. Ia juga harus cukup bersahabat sehingga tidak lari ketika dipegang juri. Juga tak boleh terlalu temperamental. Jika berada di dekat peserta kontes yang lain, ia tidak boleh mematuk atau menantang berkelahi. Sebelum beraksi di atas catwalk, serama menjalani proses timbang badan mirip petinju yang hendak naik ring. Tinggi badannya diukur. Kemolekan kaki, sayap, ekor, dada, dan jenggernya pun dinilai. Kontes serama umumnya dibagi-bagi berdasarkan jenis kelamin dan umur. Selain kelas pejantan dan dewasa, kontes juga menyediakan kategori anakan dan betina.

Sama seperti pejantan, si betina pun bergaya dengan membusungkan dada. Jika kemolekan rupa dan gayanya berhasil memikat juri saat kontes, harga diri (dalam rupiah) serama dipastikan bakal naik berlipat-lipat. Umumnya harga serama juara kontes berkisar mulai dari puluhan juta hingga lebih dari seratus juta rupiah. “Serama saya yang juara pernah ditawar orang seratus juta, tapi enggak saya kasih,” kata Jerry. Jerry memberi nama jagoannya itu Dragon. Badan boleh kecil, tapi soal nama, serama juga bisa sangar dan berkharisma. Harga Dragon yang segede itu bukanlah rekor paling tinggi. Masih ada serama lain yang harganya lebih edan lagi, 150 bahkan 200 juta rupiah!

Buang Kotoran di "Catwalk”

Harga serama juara yang sedemikian mahal tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, mencetak serama juara bukan urusan gampang. Umumnya serama juara mempunyai silsilah berasal dari induk yang juga juara. Tapi hubungan ini tak berlaku sebaliknya. Bibit serama yang berasal dari induk unggul tak selalu mewarisi gen unggul. Meskipun emak bapaknya jawara kontes, tidak otomatis ia bakal menjadi jawara. Sekalipun induknya berbadan bagus, tidak otomatis anaknya pun bakal berbadan bagus. Menurut Jerry, yang juga Ketua Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia (P2ASI), serama punya keunikan tersendiri dalam pola pewarisan genetik. Untuk menciptakan serama juara, Jerry mengaku masih meraba-raba.

Bukan itu saja, kualitas serama juga sulit diprediksi saat ia masih anakan. Banyak serama anakan yang kelihatan bagus, tapi setelah dewasa bulunya tak beraturan atau postur tubuhnya tak lagi anggun. Tak sedikit pula serama yang waktu masih anakan suka bergaya, tapi menjadi penakut ketika dewasa. Bila tak dirawat dengan baik, kualitas bibit serama unggul bisa merosot. Selain itu, masih banyak faktor lain yang membuat serama juara tak gampang dicetak. “Problemnya sangat banyaklah,” ujar Jerry. Berbagai keunikan itulah yang membuat harga ayam hibrida ini mahal. “Kalau beternaknya gampang, mungkin harga serama akan jatuh,” beber pemilik Intan Serama Farm, peternakan serama yang terletak di daerah Pulomas, Jakarta ini.

Tentu saja tak semua ayam serama harganya semahal itu. Harga serama anakan kualitas biasa berkisar di angka puluhan hingga ratusan ribu rupiah. Sedangkan serama dewasa (berumur sekitar satu tahun) biasanya bernilai jutaan rupiah. Pemilik dompet cekak pun bisa membeli ayam imut ini (dengan kualitas serama jelata) pada harga di kisaran ratusan ribu rupiah. Karena harganya yang begitu mahal, ayam serama bisa menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Bukan hanya sebagi klangenan untuk dielus-elus bulunya. Dengan modal sepasang induk, bisnis sudah bisa dimulai. Saat popularitas serama sedang menanjak, Jerry mengaku bisa menjual ratusan ekor dalam sebulan. Tapi sejak terjadinya wabah flu burung, kejayaan bisnis serama ikut terpukul.

“Sejauh ini tidak ada serama yang terinfeksi flu burung. P2ASI juga rutin melakukan vaksinasi. Tapi bagaimanapun juga bisnis tetap kena pengaruh,” kata Jerry. Maklum saja, sekalipun serama rajin mandi dan bersampo, ia tetaplah unggas biasa seperti bebek yang tetap bisa tertular virus flu burung. Dalam urusan sopan santun pun, ia tetap sama dengan ayam kampung. Saat bergaya di atas panggung, tak jarang ia buang kotoran. Tapi karena sopan santun bukan salah satu unsur yang dinilai, aksi buang kotoran ini tidak mengurangi skornya di tangan juri. Yah, namanya juga ayam!


Sumber:
http://www.jerryhermawan.com

Jumat, 18 Juni 2010

Beternak Ayam Serama

Ayam serama adalah ayam terkecil di dunia yang berasal dari malaisia. Ayam ini sangat menyenangkan untuk dipelihara karena pandai memikat hati dengan gayanya yang penuh aksi. Jika kita perhatikan ayam ini segera mengangkat dada dan meluruskan ekornya tegak keatas hingga 90 derajat serta mengibaskan kedua sayapnya.

Cara beternak ayam serama harus dilakukan dengan intensif. Pemberian pakan bisa menggunakan pakan dedak yang tiap harinya diberikan minum vitamain. Kandang harus terlindung dari hujan, karena ayam ini mudah sekali terkena penyakit jika kandangnya kuarang memenuhi sarat.

Sebetulnya merawat ayam serama ini tidak terlalu sulit juga, asal kita selalu memperhatikan aspek kebersihan dan pemberian pakan yang bagus, memang lebih bagus lagi jika pakan yang kita berikan dicapur juga dengan konsentrat.

Ayam ini bertelur tidak terlalu banyak, ayam betina biassanya hanya bertelur 3 biji dalam satu bulan atau hanya sekitar 20 butir dalam satu tahun. Telur diambil setiap hari dan dikumpulkan selama 7 hari, selanjutnya dimasukkan mesin tetas, lama penetasan telur ini sama dengan ayam pada umumnya yaitu 21 hari. Aetelah ayam menetas dimasukan dalam bok yang diberi lampu pemanas sebagai indukan. Pemanas ini berfungsi sebagai ganti induk ayam betina yang memanaskan anaknya. Baru setelah 30 hari. bulu mulai tumbuh komplit maka anak ayam i ni bisa dimasukan dalam bok biasa.

Dalam perawatan rutin harian, pemberian pakan dan membuang pakan sisa kemarin, memberi air minum baru dan membersihakan tempat minum setiap hari. Sebab penyakit biasanya banyak bersarang pada tempat pakan atau air minum yang jarang dibersihkan. Kotoran dibersihkan setiap hari dan ayam dimandikan juga setiap hari. Dengan memandikan ayam ini, menjadikan ayam kita menjadi semakin jinak dan nurut dengan kita.

Tentang Ayam serama:
  1. Dipercaya berasal dari kelantan malaisia
  2. hasil persilangan dari berbagai jenis ayam
  3. Nama serama berasal dari kata Sri Rama dan pada mulanya hewan ini hanya dipelihara dikalangan istana saja.
  4. Bisa berumur hingga 15 tahun
  5. Berat ideal adalah 500 gram atau 1/2 kg.
  6. Ciri serama yang bagus adalah ekor yang cantik, berdada tegak kepak syap lurus ke bawah.
  7. Hewan peliharaan yang jinak, manja dan mengenai pemeliharanya.
  8. Mempunyai gelagat yang menarik, seperti berjalan mundur kebelakan.

Sumber:
http://centralunggas.blogspot.com/2010/05/beternak-ayam-serama.html

Kamis, 17 Juni 2010

Serama di Thailand

Ayam serama peliharaan Mazuki (Malaysia) telah membawanya bertemu puteri sulung raja Thailand, Ubol Ratana yang tertarik dengan kehebatan ayam serama beliau.


Sepanjang perjalanan perasaan gementar terus-menerus bersarang di dalam hatinya. Sesekali dia menoleh ke bahagian belakang van bagi memastikan tujuh ekor ayam serama yang akan dipertandingkan berada dalam keadaan selamat.
Sebaik tiba di tapak pertandingan, Mazuki Mat Zin, 46, begitu berhati-hati mengeluarkan ayam serama peliharaannya. Ini bagi mengelakkan ayam bersaiz kecil itu mengalami sebarang kecederaan yang boleh menyebabkan mereka tidak layak menyertai pertandingan.
Perasaan gemuruh dan gementar yang dirasai Marzuki semakin kuat apabila pertandingan bermula. Kelihatan lebih daripada 10 ekor ayam serama jantan dipertandingkan dalam setiap kategori (anak A, anak B, remaja, muda, bapa A, bapa B dan induk). Masing-masing memiliki kecantikan, gaya dan keunikan yang tersendiri.
"Persaingan cukup sengit kerana setiap jenis ayam serama yang dipertandingkan terdapat dalam pelbagai warna dan perwatakan yang istimewa. Namun, saya berasa gembira dan bersyukur kerana berjaya menggondol tempat pertama dalam enam kategori," kata Mazuki yang menyertai Pertandingan Haiwan Terbuka Thailand 2004. Dalam pertandingan tersebut, tujuh ekor ayam serama Mazuki terlibat. Daripada tujuh kategori yang dipertandingkan, Mazuki memenangi enam kategori.
Pertandingan yang diadakan di Thailand itu terbuka kepada semua tetapi hanya peserta dari Kelantan dan Thailand saja yang menyertainya. Mazuki, yang sebelum ini pernah menjuarai tempat pertama dalam pertandingan ayam serama, buat kesekian kalinya bertuah apabila ayam serama yang dipertandingkannya dinobatkan sebagai juara.
"Mungkin rezeki dan nasib menyebelahi saya apabila ayam serama saya dinobatkan sebagai juara," ujar bapa kepada enam anak itu mengimbas memori manis bersama ayam serama peliharaannya.
"Berbekalkan pengalaman selama dua dekad bergelumang dengan ayam serama telah mematangkan saya untuk melatih dan 'melahirkan' ayam serama yang terbaik.
Walaupun peserta Thailand membeli ayam serama di Kelantan, tetapi mereka tidak memiliki kepakaran menjaga ayam serama seperti kita," jelasnya seekor ayam serama boleh mencecah hingga RM80,000.
Menurut Mazuki, ayam serama ternakannya berjaya menambat hati juri kerana bijak memperaga diri, berdada tegap, cantik, jinak dan sihat. Menariknya, selepas beberapa jam bergelar juara salah seekor ayam seramanya telah dibeli oleh seorang warga Thailand pada harga RM1,500.
Lebih membanggakan, seminggu selepas pertandingan tersebut Mazuki dipanggil menghadap puteri sulung Raja Thailand, Ubol Ratana. Baginda begitu kagum dengan kecantikan ayam serama dari Malaysia.
"Pada pertemuan tersebut, Puteri Ubol Ratana meluangkan masa sekitar 15 minit dengan memegang dan mengusap enam ekor ayam serama saya yang bergelar juara.
"Baginda memuji kecantikan bulu dan lawi (terdapat di ekor ayam jantan) yang menegak dan melentik ke belakang di penghujungnya. Tangannya tidak henti-henti membelai ayam saya yang jinak dan manja," ujar Mazuki ketika ditemui Kosmo! di ladang mini ternakan ayam serama, Serama Corporation Sdn. Bhd., Ampang, Kuala Lumpur.
Bagaimanapun, penduduk Thailand terpaksa mengurangkan aktiviti membela dan membeli ayam serama kerana bimbang penyakit selesema burung. Begitu juga dengan masyarakat Indonesia yang bimbang mendekati ayam yang beratnya kurang daripada 500 gram itu. Ketinggian ayam serama menyamai air kotak dengan isipadu 300 mililiter (ml).
Mazuki yang kini memiliki hampir 100 ekor ayam serama mula mencintai spesies itu ketika dia berusia 26 tahun. Dibesarkan di Pengkalan Chepa, Kota Bharu, Kelantan, Mazuki menjelaskan, rata-rata penduduknya begitu obses pada haiwan tersebut.
Bolehkan ayam serama dimakan? "Ayam serama boleh dimakan, dagingnya sama seperti ayam kampung cuma ia tidak liat," katanya yang seronok membela ayam serama kerana haiwan tersebut mudah dikawal.
Jelas Mazuki, ayam serama jantan mempunyai lawi yang menegak di hujung ekor dan balung berwarna merah, manakala ayam betina tidak mempunyai ciri-ciri tersebut. Ayam serama mula bertelur apabila usianya mencecah sembilan bulan. Ia mengeluarkan telur sehari satu biji. Lazimnya, induknya mampu bertelur sebanyak enam biji. Saiz telurnya besar sedikit daripada telur puyuh.
"Telur ayam serama akan menetas selepas 19 hari. Ancaman haiwan ini hanyalah musang dan anjing serta tidak boleh bunyi bising," ujarnya. Ayam yang boleh hidup antara tujuh hingga 15 tahun itu dibela untuk tujuan peliharaan dan bukan untuk dimakan. Bagi mengekalkan kecantikan bulunya, ayam ini perlu dibiarkan berenang dalam kolam selama dua minit untuk latihan kepaknya.
Kemudian, ayam tersebut perlu dikeringkan sama ada dengan tuala, alat pengering atau mereka menjemur diri di bawah panas terik.
Jika dahulu ayam serama merupakan hiburan dan permainan di istana, kini ia menjadi salah satu haiwan peliharaan yang begitu popular terutamanya di negeri Kelantan dan Kedah.
"Orang di Kelantan dan Kedah khususnya, memang sukar dipisahkan dengan ayam serama. Boleh dikatakan, setiap minggu, setiap daerah atau pelosok kampung menganjurkan pertandingan ayam serama," ujar Mazuki yang turut memenangi tempat pertama dalam pertandingan ayam serama yang diadakan di Johor, Terengganu dan Selangor.
Sementara itu, aktiviti membela ayam serama bukan sahaja diminati oleh golongan yang berusia, malah remaja. Pelakon dan model baru, Asry Azizan, 22, mula membela ayam serama ketika berusia 14 tahun.
Setiap petang, selepas mengulangkaji pelajaran, pelakon drama Obsesi itu akan memberi makan, suntikan vaksin dan vitamin serta melatih lima pasang ayam serama peliharaannya.
Latihan keras perlu dilakukan supaya ayam-ayam itu tidak berasa takut atau malu ketika berada di pentas pertandingan. Ayam serama bukan sekadar diajar supaya bijak beraksi lensa kamera, tetapi pada masa yang sama Asry juga melatih bagaimana melakukan aksi mendada yang tinggi.
"Ketika ia berjalan, saya mengeluarkan bunyi aneh supaya ayam berhenti. Bagi mencari punca bunyi itu, ia akan mendada.
"Dalam pertandingan lagi tinggi dada ayam serama maka lebih tinggi markah dikutip. Menariknya pertandingan ayam serama, ia tidak menyakitkan ayam kerana hanya menilai dari segi perwatakan, jenis, ekor melentik berbentuk V, kepak dalam posisi menegak dan badan tegap dan bulat.
"Tidak seperti pertandingan ayam biasa yang ditentukan pemenangnya menerusi hasil kekuatan melawan dan bersabung," jelas Asry yang pernah memenangi tempat ketiga dalam pertandingan Malaysian Bantam Beauty 2000 dan Pertandingan Kesenian Ayam Serama anjuran Litrak Kategori B (tempat kesembilan).
Ayam serama ikon Malaysia
Kalau disebut ayam serama, ramai yang beranggapan ia tidak lebih daripada aktiviti waktu senggang orang kampung. Malah, bisnes ayam serama tidak lebih daripada perniagaan kecil-kecilan yang tidak mendatangkan untung.
Hakikatnya, pasaran dan minat meluas masyarakat Malaysia dan antarabangsa sebenarnya memberi keyakinan bagi Serama Corporation Sdn. Bhd., untuk memulakan bisnes haiwan itu.
Berlandaskan beberapa matlamat utama seperti mewujudkan sumber pendapatan baru dalam sektor penternakan, mereka juga ingin menjadikan penternakan ayam serama sebagai daya tarikan pelancong, sekali gus ingin mengangkat ayam ini sebagai ikon Malaysia.
“Saya percaya sekiranya diberi pendedahan, promosi dan diiktiraf sebagai ikon pasti ia boleh dijadikan salah satu tarikan utama pelancong. Jika inisiatif ini tidak dilakukan secepat mungkin, kebarangkalian negara luar terlebih dahulu mengiktiraf ayam serama adalah milik mereka.
“Ini berikutan seorang ahli perniagaan, J.Schexnayder telah mengimport beberapa ekor ayam serama ke Amerika Syarikat (AS) pada tahun 2002. Bukan setakat membiak dan mempromosikan ayam serama, malah, beliau menubuhkan persatuan khas,” kata Pengarah Urusan Serama Corporation Sdn. Bhd., Ahmad Fauzi Mohamed dalam nada kecewa ekoran beberapa pihak di luar negara (Indonesia dan AS) sedang mengacuk ayam jenis itu.
Sejak enam bulan kebelakangan ini, ayam serama kembali popular dan menjadi perhatian ramai setelah ia dilupakan sejak tahun 2003. Segalanya berpunca apabila orang ramai bimbang membela ayan serama kerana isu selesema burung.
Ahmad Fauzi menambah, Malaysia juga perlu mempunyai identiti haiwan tersendiri seperti China yang berbangga dengan beruang panda dan abalon, Thailand dengan kucing Siam dan kanggaru serta kaola yang terkenal di Australia.
Menyedari faktor tersebut Serama Corporation Sdn. Bhd., sedang berusaha membuka sebuah ladang seluas empat ekar di Ulu Yam, Selangor.
Ia bertujuan menternak lebih banyak ayam serama memandangkan ladang di Ampang dan Kelantan hanya mampu menempatkan 300 ekor ayam serama di satu tempat.
“Kami sedang berusaha menternak lebih banyak ayam serama kerana mendapat permintaan yang tinggi dari Jepun dan China. Stok untuk dihantar ke luar negara masih belum mencukupi kerana di Malaysia hanya terdapat lebih kurang 3,000 ekor saja,” jelas Fauzi.

Sumber:
http://seramasurabaya.blogspot.com

Rabu, 16 Juni 2010

Ayam Serama: Kate Mini, Lagak Maksi

Foto : Koleksi Franz J.B.

Meskipun berperawakan kerdil, unggas ini pantang minder. Ia senang bergaya petentang-petenteng dan tak ragu berkokok lantang. Serama diklaim sebagai ras ayam terkecil di dunia.

Anggapan bahwa kate adalah jenis ayam terkecil nampaknya sudah kedaluarsa dan tak berlaku lagi. Sekarang ada serama. Ras ayam terkecil di dunia. Kian mungil ukuran badannya semakin bagus kualitasnya. Bobot serama tak lebih dari 500 gram. Ukuran badannya hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Meski berbadan cebol, ia bukan ayam murahan. Serama berkualitas bisa diboyong jika Anda sanggup meminangnya dengan uang sebesar Rp 25 juta – Rp 30 juta. Mutu serama ditentukan oleh bobot badan yang ringan, bentuk leher menyerupai huruf S, kepala tertarik jauh kearah belakang, Sayap menjuntai tegak lurus ke bawah, dan ekor pedang panjang serta berdiri tegak. Ciri fisik seperti itu membuat ayam serama berpenampilan tegap menyerupai prajurit yang sedang berbaris.

Sri Rama ala Malaysia

Serama merupakan mahluk hasil kreatifitas Wee Yean Een seorang “penghulu ayam” dari Negeri Jiran. Pada tahun 1971 ia menyilangkan ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras ayam Modern Game Bantam.

Ayam kapan ia pilih lantaran memiliki sayap menjuntai lurus ke bawah. Sedangkan Modern Game Bantam memiliki postur badan tegap, leher panjang dan tertarik ke belakang menyerupai huruf S. Pada tahun 1973 Wee Yean Een menyilangkan keturunan pertama hasil perkawina antar ayam kapan dan Modern Game Bantam dengan jenis ayam sutera (Silkie Bantams). Perkawinan tersebut akhirnya melahirkan ayam sutera berpostur badan kecil. Wee Yean Een nampaknya masih tidak puas dengan hasil persilangan tersebut. Penghulu ayam itu lalu menjodohkan keturunan ke dua tersebut dengan kate jepang. Ayam ini punya warna bulu indah serta bentuk ekor berdiri tegak. Pada tahun 1988 mak comblang ayam itu akhirnya berhasil mencetak ayam kate dengan bobot kurang dari 500 gr.

Wee Yean Een lantas memberi nama “Serama” kepada ayam berbadan mikro itu. Julukan tersebut ia berikan lantaran ayam hasil kreasinya itu memiliki gaya dan penampilan gagah layaknya Sri Rama tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana. Lidah Wee Yean Een menyebut Sri Rama berubah menjadi berlafal serama.

Ayam serama dipublikasikan pada tahun 1990 melalui kontes pertama yang diselenggarakan di Perlis. Dalam perlombaan Wee Yean Een tampil sebagai salah satu juri. Selain di Malaysia kontes ayam serama juga banyak digelar di Thailand. Di Indonesia Serama mulai dipertandingkan pada tahun 2004 di Ancol, Jakarta. Penggemar ayam serama berkumpul dalam sebuah wadah bernaman Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia (P2ASI).

Ayam Pendek Bernafsu Tinggi

Cara merawat serama tidak sulit dan tak berbelit-belit. Kebutuhan hidupnya sama seperti ayam buras. Menurut pengakuan Ir. Rudiasfie Sjofinal peternak ayam serama di Jakarta ayam cebol ini memang sedikit sukar dikembang-biakkan. Ukuran kakinya pendek menyebabkan pejantan sulit melakukan penetrasi ketika hendak kawin. Akibatnya, proses percintaan menjadi tidak mesra dan sering tidak tepat mengenai sasaran.

Rudi sering membantu ayam pejantan nangkring di atas ayam betina. Teknik pengawinan ini dilakukan dengan cara memegang ayam betina lalu menyodorkanya ke depan pejantan. Syaratnya, kedua mempelai harus benar-benar sudah siap kawin. Induk betina siap dipinang pada berusia 5 – 6 bulan. Serama betina seperti itu biasanya berperilaku jongkok jika dipegang punggungnya. Sedangkan usia subur pejantan berkisar pada umur 4 hingga 5 bulan.

Rudi juga menerapkan teknik kawin gilir. Dalam metode ini ayam betina dipaksa melayani 3 ekor pejantan. Penggiliran dilakukan secara berselang sekitar 2 – 3 jam. Melalui cara perkawinan seperti itu diharapkan peluang keberhasilan bisa diperbesar.

Meski ukuran tubuhnya kecil, serama termasuk jenis ayam bernafsu birahi tinggi. Ia tak gentar dan tak segan-segan jatuh cintrong kepada ayam berbadan lebih gede. Menurut Johan, peternak ayam dari Bekasi, serama mulai belajar kawin ketika berusia 3 bulan. Pejantan muda sehat harus bisa menyalurkan hasrat bercintanya sebanyak 6 – 8 kali setiap hari. Nafsu birahi serama memuncak ketika cuaca mendung, atau pagi dan sore hari.

Kesuburan ayam serama sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik. Cuaca terlalu dingin bisa menurunkan kemampuan ayam betina menghasilkan telur. Sebab sebagian besar pakan digunakan untuk produksi energi guna mempertahankan panas badan. Jadi, ayam serama yang dipelihara di daerah dingin harus memperoleh pakan dengan kandungan karbohidrat tinggi. Semisal jagung.

Sebagai hidangan tambahan, Rudi selalu menyuguhkan menu tambahan berupa jangkrik, dan tauge kepada ayam-ayamnya. Setiap seminggu sekali Rudi juga memberi ayamnya vitamin E.

Cara praktis yang lain dilakukan oleh Albert Tan Swee Guan peternak ayam serama asal Selangor, Malaysia. Ia tak pernah memberi menu tambahan aneh-aneh kepada ayam peliharaannya. Menurut pria berkacamata tersebut, pakan ayam petelur saja sudah cukup. Pabrik sudah meracik pakan tersebut sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi yang diperlukan ayam. Albert selalu memberi pakan 2 kali dalam sehari kepada ayamnya. Yaitu di pagi hari dan malam hari sekitar pukul 8. “Itu Chiken feed sudah dikaji sesuai untuk ayam, jadi you tak payah bagi apa-apa lagi,”terang pria tersebut dengan logat melayu.

Telur gagal menetas termasuk salah satu hambatan budidaya ayam serama. Dua kunci penting yang tak boleh dilupakan saat menetaskan telur ayam serama yaitu suhu dan kelembapan. Suhu penetasan tidak boleh melebihi atau kurang dari 37,5°C – 38°C. Kelembapan harus selalu disesuaikan dengan usia telur. Minggu pertama hingga minggu ke dua kelembapan diatur pada kisaran 65% – 70%. 2 – 3 hari menjelang menetas, kelembapan harus ditambah hingga kisaran 95% – 100%. Derajat kelembaban bisa diukur dengan Hygro meter. Piranti ini biasanya sudah ada pada alat penetas. Kondisi udara terlalu kering membikin kulit telur jadi keras. Akibatnya anak ayam kesulitan memecah cangkang telur. Kalau sudah seperti itu, anak ayam bisa mati lemas gara-gara tidak bisa bernafas.

Di arena lomba, ayam serama dapat tampil prima jika birahinya sedang memuncak. Oleh karena itu, seminggu sebelum ikut kotes ia tidak boleh melihat lawan jenisnya. Jadi taruhlah serama Anda di tempat yang terisolir. Umumnya nafsu birahi serama memuncak pada usia 4 – 6 bulan.

Bulu ayam serama yang terlalu sering kawin sering rusak. Sewaktu bercumbu serama betina gemar mematok bulu leher sang pacar. Alhasil bulu wiring itu banyak yang copot sehingga serama jantan jadi botak. Hal itu bisa dicegah dengan jalan melarang serama jantan berpacaran sebelum meraih prestasi.

Selain tidak boleh kawin, ayam serama unggulan juga tak boleh terlalu gaul. Ia dilarang terlalu sering bermain di halaman alias diumbar. Menurut Gusti M. Taufik, ayam yang kerap diumbar akan mandi pasir atau kipu. Nah, hal itulah yang memicu bulu jadi acak-acakan, patah, dan warnanya kusam. Mandi pasir juga bisa bikin sisik kaki copot dan patah. Yang lebih berbahaya lagi, dikawatirkan ayam akan memakan benda-benda berbahaya. Semisal pecahan kaca, dan karet. “Ayam saya pernah mendadak lemas. Lantas setelah saya potong ternyata di dalam temboloknya ada belingnya,” sahut Rudi salah satu pelopor ayam serama di Negeri ini.

Ayam serama juga harus dilatih berkonsentrasi supaya tampil prima di atas panggung. Ia tidak boleh mematok karpet atau kabur dari panggung. Jadi ayam cebol ini harus tak jemu-jemu bergaya dan berkokok lantang di atas cat walk.

Cara melatih mental serama tidak susah. Sekitar 2 – 3 minggu sebelum kontes dia harus dibiasakan dengan panggung berkarpet. Basahi ayam mungil itu dengan sepotong lap. Setelah itu, taruhlah di atas meja yang diberi karpet berwarna hijau. Mengapa harus karpet berwarna hijau? Pasalnya benda tersebut sering dikira rumput. Jadi kalau ketika latihan ia sering tertipu oleh karpet hijau, diharapkan saat di panggung lomba ia ogah mematok-matok karpet lagi. Biar serama tidak kabur, tutuplah dengan kurungan. Setelah itu posisikan meja latihan di tempat yang panas.

Seusai dijemur ayam tidak boleh langsung diberi minum. Kalau hal itu dilanggar, ayam bisa diterjang penyakit ngorok. Wajahnya yang cerah mendadak berubah jadi pucat pasi. Taruhlah terlebih dulu ayam yang usai dijemur di tempat teduh selama 15 – 30 menit. Nah, setelah itu ayam baru boleh menegak segelas air segar.

Serama wajip menyantap porsi pakan pas dengan menu extra gizi. Vitamin E, Pospor dan Calsium sangat penting untuk merawat kecantikan bulu. Vitamin E banyak terkandung dalam minyak ikan. Sedangkan Calsium dan Pospor banyak terdapat dalam sotong alias kulit cumi. Extra fooding tersebut musti disuguhkan setiap hari.

Soal menu pakan serama, Rudi punya resep jitu yang layak ditiru. Setiap pagi ia selalu memberikan minuman bercampur Enervon C kepada seramanya. Ramuan tersebut harus habis sekali minum serta tidak boleh terkena terik matahari. Sebab, khasiatnya bisa hilang. Menu sarat gizi lain yang ia suguhkan yaitu 3 ekor jangkrik dan kroto. Jagung tidak boleh dihidangkan secara berlebihan. Sebab serama yang terlalu banyak menyantap jagung bisa cepat mengalami rontok bulu.

Selain penampilan menarik, serama juga harus memiliki bobot badan seringan mungkin. Jadi, diet harus diawasi secara ketat. Hindari pemberian pakan yang banyak mengandung lemak. 3 hari menjelang lomba, ayam serama disuguh beras merah atau gabah. Porsinya cukup 2 – 3 sendok makan saja. Menu itu diberikan 2 kali dalam sehari. Yaitu pada pagi dan sore hari.

Resep lain dimiliki Ajong penangkar ayam serama di bilangan Pulo Mas, Jakarta. Sebulan menjelang kontes serama hanya diberi pakan berupa gabah mini. Menu itu disodorkan dua kali sehari. Yaitu di pagi dan di sore hari.
Supaya bulu serama semakin nampak kinclong, ayam harus rajin berjemur. Acara mandi sinar matahari dilakukan mulai pukul 8 hingga pukul 10 pagi. Sebelum dijemur sebaiknya ayam dimandikan terlebih dulu. Bahkan kalau perlu setiap sebulan sekali ayam dikeramasi dengan shampo. Kegiatan ini harus dilakukan pada saat cuaca cerah. Seusai karmas, ayam segera dihanduki dan dijemur.

Manipulasi kecantikan ternyata tidak diharamkan di dunia hobi ayam serama. Supaya tampil elok di panggung, banyak serama yang menjalani perawatan kecantikan. Semisal meluruskan bulu pedang (bulu ekor terpanjang) dengan cara diolesi air jeruk nipis, operasi plastik untuk merapikan jengger, serta merapikan bulu sayap.

Urakan karena haus cinta

Serama yang tak pernah kawin sering menderita kelainan perilaku seksual Kondisi seperti itu banyak diderita oleh serama mantan jawara. . Waspadai dan latihlah ayam tersebut kawin dengan cara sopan dan benar. Di dunia perseramaan calon kontesan pantang kawin sebelum menang. Ayam cebol itu dipingit dan dilarang berpacara lebih dulu. Mereka digembleng serta musti rajin berlatih berpose di atas panggung.

Ketika ayam kerdil telah pensiun dari arena lomba dan hendak dikawinkan, pehobi baru bisa menemui akibat yang muncul karena ayam selalu dipingit. Semisal ayam menjadi terlalu bersemangat kawin. Ada juga yang terlalu cuek tak menggubris godaan serama betina.

Meskipun seekor ayam serama yang Anda pelihara hendak mengikuti lomba, bukan berarti serama tersebut tidak boleh kawin. Proses perkawinan dilakukan secara terjadwal dan tidak boleh terlalu sering. Ayam yang terlalu sering kawin bisa mengalami kerusakan bulu. Jika Anda tidak menginginkan bulu ayam jadi acak-acakan gara-gara kawin, taruhlah ayam tersebut dalam kandang umbaran beralas rumput.

Seekor serama mantan juara harus dikawinkan secara berhati-hati. Sebab jika hal ini dilakukan secara serampangan, keselamatan ayam betina bisa terancam. Menurut pengalaman Gusti M. Taufik, ayam serama yang belum pernah dikawinkan memiliki nafsu birahi yang luar biasa. Jika ayam cebol berkelamin jantan ini langsung dikawinkan tanpa perkenalan dan pemanasan lebih dulu, bisa menyebabkan ayam betina babak belur bahkan jiwanya melayang.

Tips dan trik melatih serama kawin yang sudah lama dipraktekkan Taufik layak ditiru. Nafsu birahi berlebihan dari ayam serama bisa diredakan dengan jalan memandikannya setiap pagi. Selain itu, berbagai menu yang bisa membangkitkan gariah kawin juga harus dikurangi. Pakan seperti itu umumnya mengandung protein dalam jumlah tinggi. Semisal pur, minyak ikan dan jagung.

Cara lain yang dilakukan oleh Taufik untuk mencegah perilaku seksual ayam serama yang brutal yaitu dengan jalan merangsang nafsu birahi pejantan dengan tangan. Langkah ini dilakukan sebelum pejantan dikawinkan. Umumnya serama jantan yang sedang ngebet kawin akan mengejar tangan setiap orang yang mendekatinya. “Tangan saya sering dikira ayam betina. Ayam pejantan tersebut langsung nangkring di atas tangan. Lantas cairan sperma berceceran di lengan saya,”jelas Taufik ketika ditemui di kediaman Rudi pelung.

Lakukanlah metode itu pada waktu pagi atau sore hari. Biarkan serama jantan melampiaskan nafsu birahinya di atas tangan Anda. Setelah itu beri waktu sekitar 10 – 15 menit untuk beristirahat, kemudian rangsang kembali ayam jantan tadi. Setelah menjalani 2 – 3 kali rangsangan buatan, serama jantan baru boleh kawin. Nah, cara tersebut bisa membuat serama jantan menjadi lebih mesra saat mengajak bercinta sang Betina.

Metode lain yang dilakukan oleh Taufik untuk melatih ayam serama kawin yaitu dengan jalan menaruh kedua ayam yang akan dijodohkan dalam kandang terpisah. Sangkar calon mempelai itu tidak boleh terlalu berdekatan dulu. Setelah perilaku ayam jantan nampak tidak ugal-ugalan lagi, sangkar itu baru boleh didekatkan. Nah, mereka baru bisa dicampur jika sudah nampak akur.

Korban jiwa bisa dicegah dengan jalan menjodohkan ayam serama jomblo dengan serama betina siap kiawin. Umumnya ayam betina siap kawin ditandai dengan perilaku jongkok sewaktu dipegan punggungnya. Induk betina seperti itu tidak terlalu banyak cing-cong dan pasrah ketika diajak bercinta. Jika Anda masih khawatir dengan perilaku urakan serama jantan, pegang induk betina lalu sodorkan berlahan-lahan ke depan serama jantan. Teknik kawin paksa seperti ini disebut sebagai kawin dodokan.

Lain halnya dengan Hengki Kumis, hobiis ayam serama di Jakarta, menurutnya ayam serama yang tidak pernah dikawinkan sejak kecil bisa menderita penurunan gairah seksual. Ayam seperti ini tidak akan mudah tertarik dengan lawan jenisnya. Bahkan ketika dicampur, tanpa basa-basi ia langsung menghajar serama betina secara membabi-buta.

Ayam loyo bisa dirangsang dengan menu kaya protein dan mengandung bahan penghangat badan. Semisal kecambah, vitamin E dan Jahe. “Biar hangat jahe disuguhkan setiap malam. Dosisnya cukup sebesar kelingking jari saja. Tauge dihidangkan pada siang hari,” terang Hengki.

Pejantan serama yang loyo juga harus dibiasakan bergaul dengan serama betina. Campurlah mereka dalam sebuah kandang umbaran berukuran 1,5 m x 3 m. Tiap kamar dihuni 1 pejantan dan 2 – 3 ekor betina. Kira-kira dua minggu kemudian, serama jantan tadi sudah “gaul” dan senang mejeng.


Sumber:
http://agriculturesupercamp.wordpress.com